30 Juni 2008

OPEN BSD

OPEN BSD



You can set date and time using date command. OpenBSD date command uses following syntax:
date yyyymmddhhss
where,
=> yyyy - Year
=> mm - Month
=> dd - Day
=> HHSS - Hour Second in 24 clock format

Set the date to April 23, 1979, 4:27 PM, enter:

# date 197904231627

Set the time to 2:32 PM, without modifying the date, enter

# date 1432

To display current date and time, enter date command without option:

$ date => Sat Apr 3 11:06:51 IST 2008

Display the date using the specified format string:

$ date "+DATE: %Y-%m-%d%nTIME: %H:%M:%S" =>

DATE: 2008-05-03
TIME: 11:07:55

27 Juni 2008

Simple Network

Simple Network with MikroTik



Disini kita akan membuat sebuah jaringan internet sederhana dengan menggunakan mikrotik. Jaringan sederhana ini bisa di implementasikan ke lab sekolah, kantor, warnet,etc. Peralatan yang dibutuhkan juga tidak banyak, minimal harus ada router, hub, computer pc / laptop untuk client. Semisal kita membuat lab sederhana dengan 200 komputer, maka disini kita bisa menggunakan ip privat 192.168.1.0 dengan netmask 255.255.255.0. Selain itu kita juga dapat ip dari isp 172.16.51.10, netmask 255.255.255.240, gateway 172.16.51.1, DNS 203.190.112.1 & 203.190.112.10. Ini tadi akan kita masukkan ke dalam router. pertama - tama router di seting terlebih dulu dengan cara sebagai berikut :

Masuk ke router yang sudah kita install mikrotik dengan login : admin, password : blank/no password

ganti nama router ,
[admin@mikrotik] > system identity set name=router-lab

ganti nama interface ethernet/ lancard, ether1 adalah lancard yang terhubung ke internet kita ganti dengan nama public. Sedang ether2 adalah lancard yang terhubung ke komputer client/ lokal kita ganti nama menjadi local.
[admin@router-lab] interfaces
[admin@router-lab] interfaces> set ether1 name=public
[admin@router-lab] interfaces> set ether2 name=local

setting ip address, ip dari isp 172.16.51.10 kita masukkan ke interface public dengan netmask 255.255.255.240 atau /28. Sedang untuk interface local kita beri ip 192.168.1.254 dengan netmask 255.255.255.0.

[admin@router-lab] interface>/ip address

[admin@router-lab] ip address> add address 172.16.51.10/28 interface=public

[admin@router-lab] ip address> add address 192.168.1.254/24 interface=local

lihat hasil dengan perintah print

[admin@router-lab] ip address> print

Flags: X - disabled, I - invalid, D dynamic

# ADDRESS NETWORK BROADCAST INTERFACE

0 172.16.51.10/28 172.16.51.0 172.16.51.15 public

1 192.168.1.254/24 192.168.1.0 192.168.1.255 local

Sesudah ini kita masukkan gateway yang didapat dari isp yaitu 172.16.51.1.

Untuk memberi gateway kita masuk ke ip route

[admin@router-lab] ip address> /ip route

[admin@router-lab] ip route> add gateway 172.16.51.1

[admin@router-lab] ip route> print

Flags: X - disabled, A - active, D - dynamic,C - connect, S - static, r - rip, b - bgp, o - ospf

# DST-ADDRESS PREF G GATEWAY DIS INTERFACE

0 ADC 172.16.51.0/28 172.16.51.10 public

1 ADC 192.168.1.0/24 192.168.1.254 local

2 A S 0.0.0.0/0 r 172.16.51.1 public

Kita pindah ke ip dns untuk memasukkan dns yang di dapat dari isp yaitu 203.190.112.1 & 203.190.113.10

[admin@router-lab] ip route> /ip dns

[admin@router-lab] ip dns> set primary-dns=203.190.112.1 secondary-dns=203.190.112.10 allow-remote-requests=yes

[admin@router-lab] ip dns> print

primary-dns : 203.190.112.1

secondary-dns : 203.190.112.10

allow-remote-requests : yes

cache-size : 2048KiB

cache-max-ttl : 1w

cache-used : 29KiB

Setelah semua ip kita masukkan sekarang kita NAT lewat ip firewall nat

[admin@router-lab] ip dns> /ip firewall nat

[admin@router-lab] ip firewall nat> add chain=srcnat out-interface=public action=masquerade

[admin@router-lab] ip firewall nat> print

Flags: X - disabled, I - invalid, D - dynamic

0 chain=srcnat out-interface=public action=masquerade

Setelah menseting nat berarti router sudah siap untuk di hubungkan dengan client. Coba di komputer client denganmenggunakan ip 192.168.1.1 sampai 192.168.1.253, gateway=192.168.1.254, dns=192.168.1.254 atau menggunakan dns dari isp yaitu 203.190.112.1 / 203.190.112.10.




Perintah jaringan di DOS

Networking with dos

ipconfig /all
Menampilkan informasi konfigurasi koneksi, misalnya Host Name, Primary DNS Type, Ethernet Adapter LAN.

ipconfig /displaydns
Menampilkan DNS Cache.

ipconfig /flushdns
Menghapus DNS Cache

ipconfig /release
“Menghapus” semua koneksi IP Address.

ipconfig /renew
Membuat IP Address baru untuk adapter tertentu.

ipconfig /registerdns
Melakukan refresh DNS dan meregister kembali koneksi DNS.

ipconfig /showclassid
Menampilkan informasi DHCP Class.

ipconfig /setclassid
Mengubah DHCP Class ID

control netconnections
Menampilkan Network Connection.

pingContoh: ping google.com
Melakukan test koneksi ke situs www.google.com. Semakin sedikit rto/ loss & ms-nya maka semakin baik koneksinya.

tracert
Menampilkan informasi IP Address route.

netstat
Menampilkan informasi koneksi TCP/IP yang sedang aktif.

route
Menampilkan local route.

hostname
Menampilkan nama komputer.

26 Juni 2008

Blocking web in mikrotik


This example will explain you “How to Block Web Sites” & “How to Stop Downloading”. I have use Web-Proxy test Package.First, Configure Proxy.
/ip proxyenabled: yes
src-address: 0.0.0.0
port: 8080
parent-proxy: 0.0.0.0:0
cache-drive: system
cache-administrator: "ASHISH PATEL"
max-disk-cache-size: none
max-ram-cache-size: none
cache-only-on-disk: no
maximal-client-connections: 1000
maximal-server-connections: 1000
max-object-size: 512KiB
max-fresh-time: 3d
Now, Make it Transparent
/ip firewall natchain=dstnat
protocol=tcp
dst-port=80
action=redirect
to-ports=8080
Make sure that your proxy is NOT a Open Proxy
/ip firewall filterchain=input in-interface= src-address=0.0.0.0/0 protocol=tcp dst-port=8080 action=drop
Now for Blocking Websites
/ip proxy accessdst-host=www.vansol27.com action=deny

It will block website http://www.vansol27.com, We can always block the same for different networks by giving src-address. It will block for particular source address.
We can also stop downloading files like.mp3, .exe, .dat, .avi,…etc.
/ip proxy access
path=*.exe action=deny
path=*.mp3 action=deny
path=*.zip action=deny
path=*.rar action=deny.
Try with this also
/ip proxy access
dst-host=:mail
action=deny
This will block all the websites contain word “mail” in url.
Example: It will block www.hotmail.com, mail.yahoo.com, www.rediffmail.com
ENJOY BLOCKING…….

25 Juni 2008

limit bandwith mikrotik

limit bandwith mikrotik

Limit bandwith mikrotik dengan queue simpe
Masuk ke queue simpe

[admin@mikrotik] queue simple

[admin@mikrotik] queue simple>

[admin@mikrotik] queue simple> add name=client target-addresses=192.168.1.203

interface=local max-limit=128000/64000

[admin@mikrotik] queue simple> print

Flags: X - disabled, I - invalid, D - dynamic

0 name="client" target-addresses=192.168.1.203/32 dst-address=0.0.0.0/0 interface=local

parent=none direction=both priority=8 queue=default-small/default-small limit-at=0/0

max-limit=128000/64000 total-queue=default-small


Set dengan winbox


si nama : client

Target address : 192.168.1.203

Target up load max-limit : 128k

Target download max-limit : 64k


Coba di komputer client dengan ip 192.168.1.203

Hasil test dengan speedtest.net





Solar Cell

Sel Matahari /Solar Cell /Photocell



Sel surya dengan menggunakan bahan baku silikon saat ini masih merupakan jenis sel surya yang paling banyak diteliti, dikembangkan serta dipasarkan. Penemu pertama solar cell oleh trio Bell Laboratories yaitu Chapin, Fuller dan Pearson. Mereka menemukan sebuah fenomena p-n­ junction yang dapat mengubah radiasi sinar matahari menjadi tenaga listrik pada tahun 1954, material yang dipergunakan berupa silikon (Si). Penemuan mereka ini di beri nama ‘photocell’. Sayangnya penemuan mereka kala itu masih belum menarik banyak perhatian kalangan peneliti untuk dijadikan sebuah mata kajian serius.
Mapannya pengetahuan akan silikon, terbuktinya kehandalan silikon dalam aplikasi sel surya, dan jumlah cadangan silikon di perut bumi berupa pasir silica yang berlimpah menjadi beberapa bahan pertimbangan utama. Belum ditambah oleh dukungan infrastruktur industri semikonduktor yang memang mengambil material silikon sebagai bahan dasar utama produk elektronika yakni microchip atau microprocessor.
Pada masa-masa awal industrialisasi sel surya, silikon sebagai bahan dasar sel surya merupakan bahan buangan dari industri semikonduktor. Silikon yang tidak terpakai pada industri semikonduktor dikarenakan, misal, kadar kemurnian silikon yang rendah, dipakai pada industri sel surya yang memang tidak terlalu membutuhkan material silikon dengan kemurnian yang sangat tinggi. Baru pada beberapa tahun belakangan inilah beberapa pabrik pemurnian silikon mulai memproduksi bahan material silikon khusus untuk aplikasi sel surya dengan berkaca pada pesatnya produksi sel surya silikon di dunia saat itu, maupun proyeksi pemasaran sel surya di masa depan. Saat ini, sel surya jenis silikon menempati pangsa pasar sekitar 82-85% pasar sel surya dunia.
Sebagaimana disinggung di atas, sel surya pertama memanfaatkan p-n junction silikon, yang menjadi cara kerja fundamental sel surya jenis apapun. Silikon jenis p (p-type) disambung dengan silikon jenis n (n-type) menghasilkan sambunagn p-n. p-type ini maksudnya silikon dengan kelebian muatan positif (surplus hole) dan n-type merupakan material silikon berkelebihan muatan negatif (surplus elektron). Adanya sambungan p-n ini memungkinkan kedua muatan positif (hole) maupun negatif (elektron) dapat berpindah dan mengalir ke arah yang berlawanan. Jika kedua ujung sambungan p-n ini dihubungkan dengan sebuah rangkaian listrik, maka elektron dan hole dapat mengalir ke rangkaian. Sinar mataharilah (photon) yang menggerakkan elektron dan hole tersebut menuju rangkaian tadi. (Mekanisme sel surya ini disederhanakan demikian saja, mungkin mekanisme sel surya yang lebih detail akan ditulis pada kesempatan tersendiri. Di internet banyak sekali informasi yang menjabarkan mekanisme konversi sinar matahari menjadi listrik). Gambar dibawah ini merupakan struktur komponen dasar sel surya pada umumnya. Penulis mendapatkannya pada link berikut.





Proses pembuatan sel surya silikon ini terbilang paling sederhana diantara semua jenis sel surya. Meski merupakan sebuah proses dalam dunia semikonduktor yang identik dengan proses high-tech, namun jika mencermati proses pembuatan sel surya secara lebih detil, kesan tersebut berangsur-angsur hilang. Penulis kebetulan pernah mengunjungi sebuah pabrik –tepatnya sebuah industri kecil-menengah- yang memproduksi sel surya di sebuah kota industri di Korea Selatan; dari pembuatan silikon n type hingga enkapsulasi sel surya yang siap dijual. Tidak terlampau rumit mengerjakannya, meski perlu disadari bahwa industri ini membutuhkan investasi yang tidak kecil.

Tahapan umum pembuatan sel surya silikon :
1. Pemesanan dan spesifikasi silikon wafer yang dibutuhkan.
Pembuatan sel surya silikon ini bermula dari pemesanan silikon khusus untuk aplikasi sel surya yang dikenal sebagai “Cz-Si wafers (Czochralski Silicon wafers) di mana Cz merupakan proses utama pembuatan silikon wafer dari bijih silikon. Yang disebut dengan khusus ialah silikon wafer ini telah dimodifikasi menjadi silikon p-type dari pabrikan. Silikon wafer untuk sel surya ini berbentuk bujur sangkar dengan sudut yang diratakan, sebagaimana ditunjukkan pada di bawah. Dimensi silikon wafer ini ialah 10-15 cm dengan ketebalan antara 200-350 micron (0.2-0.35 mm).





Silikon wafer yang dipesan ini memiliki tipikal permukaan yang sangat kasar akibat pemotongan atau pengerjaan selama di pabrik pembuatan wafer. Untuk itu, permukaan silikon di etch (dikikis) dengan menggunakan larutan asam atau basa. Cukup dengan merendam silikon wafer ke dalam larutan tersebut, maka permukaan silikon wafer kira-kira sedalam 10 mikron akan terkikis secara merata



3. Teksturisasi permukaan silikon wafer.

Agar silikon wafer yang dipergunakan dapat secara optimal menyerap sinar matahari, pada umumnya permukaan silikon diberi perlakuan khusus berupa teksturisasi dengan menggunakan larutan basa NaOH atau KOH dengan konsentrasi, temperatur maupun lama perlakuan tertentu. Dengan mencelupkan wafer ke dalam laruan tersebut, permukaan silikon menjadi kasar dengan tekstur menyerupai piramida. Tekstur wafer seperti piramida ini dapat mengurangi pemantulan sinar matahri yang dating serta meningkatkan penyerapan sinar matahari oleh permukaan wafer.


4. Difusi fosfor dan pembuatan lapisan n-type silikon.

Fosfor dikenal luas sebagai elemen tambahan (dopant) untuk membuat semikonduktor silikon berjenis n atau silikon n-type. Setelah proses teksturisasi, silikon wafer ini dimasukkan ke dalam dapur pemanas bertemperatur tinggi yang dilengkapi dengan larutan POCl3 sebagai sumber fosfor. Dengan meniupkan gas inert nitrogen ke dalam larutan, maka uap fosfor akan keluar dan dapat dialirkan ke dalam dapur. Suhu di dalam furnace dijaga sekitar 900-9500C sehingga uap fosfor tersebut dapat berdifusi masuk ke dalam silikon melalui sisi sisi permukaannya. Proses difusi biasanya dihentikan setelah 10-15 menit hinga terbentuknya lapisan silikon n-type di permukaan silikon dengan ketebalan lapisan sekitar 10-20 micron. Lapisan n-type ini berfungsi sebagai pelengkap sambungan p-n pada struktur sel surya dan lapisan konduktif yang mengalirkan elektron ke rangkaian listrik.



5. Penghilangan lapisan silikon n-type pada bagian sisi wafer.
Sebagaimana ditunjukkan pada gambar 4, lapisan silikon n-type terdapat pula di bagian sisi wafer yang bila ini terjadi maka ia dapat menghubungkan dua permukaan wafer. Untuk itu lapisan silikon n-type di sisi wafer perlu dihilangkan dengan memotong lapisan tersebut atau yang lebih presisi ialah dengan menggunakan plasma yang mengikis habis lapisan silikon n-type ini.



6. Pembuatan lapisan anti-refleksi.
Selain teksturisasi untuk memaksimumkan penyerapan sinar matahari, maka penggunaan lapisan anti-refleksi (anti-reflection coating/ARC) di atas lapisan silikon n-type. Lapisan ARC ini merupakan lapisan transparan/tembus cahaya yang dapat meneruskan sinar matahari yang jatuh di permukaan wafer namun tidak memantulkannya. Indeks refraksi lapisan ARC yang besar ini-lah yang menyebabkan ia tidak memantulkan sinar matahari. Material untuk ARC ini biasanya ialah TiO2 /titanium dioksida. Teknik pembuatannya dapat memanfaatkan teknik penguapan kimia (chemical vapor deposition/CVD) yang mereaksikan uap senyawaan titanium organik yang dicampur dengan uap air pada suhu yang relatif rendah yakni 2000C


.7. Metalisasi.
Agar dapat dihubungkan dengan kabel, silikon diberi lapisan metal yang konduktif sehingga dapat mengalirkan elektron/hole dari sel surya. Logam yang cocok untuk bertuas sebagai konduktor ini ialah Ag (perak). Ia memiliki sifat konduktifitas yang tinggi, memiliki daya rekat ke silikon wafer yang sangat baik serta berdaya tahan tinggi. Perak yang dipasang di silikon wafer sangat tipis dan pemasangannya menggunakan metode screen printing. Pasta larutan perak dioleskan di atas sebuah pola dengan bagian bagin tertentu yang memungkinkan pasta larutan perak mengisi permukaan wafer. Setelah selesai dioleskan di atas wafer, dengan pemanasan dan pengeringan 100-2000C, pasta akan mengering. Proses metalisasi ini dikerjakan pula di bagian belakang silikon wafer.






8. Pemanasan (co-firing).
Pemanasan pada suhu yang tinggi diperlukan untuk memantapkan lapisan metal konduktif karena masih terdapatnya residu/bahan bahan sisa organik selama pengeringan pada suhu rendah. Pada pemasan yang lebih tinggi, perak sebagai komponen konduktif menjadi semakin padat dan mampu mempenetrasi lapisan ARC dan akhirnya menyentuh lapisan silikon n-type tanpa merusak lapisan ARC sendiri. HIngga tahap ini, komponen sel surya sudah secara utuh terbuat.



9. Pengujian dan pemilihan sel.
Ini ialah tahap akhir dari pembuatan sel surya yakni menguji sel dan memeriksa efisiensi sel maupun akititas quality control lainnya.

10. Enkapsulasi dan pembuatan modul sel.
Sebagaimana disebutkan di awal, sel surya hanya berukuran 10×10 atau 15×15 cm. Agar sel dapat dipergunakan, dan menghasilkan daya yang bias dipasarkan, sel dirangkai menjadi sebuah modul yang lebih besar dan tersusun atas 20-30 sel. Dalam tahap ini, proses enkapsulasi modul dengan kaca/plastik dan pemasangan frame aluminum dikerjakan hingga siap untuk dipakai (lihat gambar modul surya di bawah). Tanpa enkapsulasi yang berfungsi pula sebagai pelindung sel surya terhadap lingkungan luar, sel atau modul tidak dapat dimanfaatkan secara optimal.


23 Juni 2008

DHCP server mikrotik

DHCP Server Mikrotik

Discription...

DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) adalah protokol yang berbasis arsitektur client/server yang dipakai untuk memudahkan pengalokasian alamat IP dalam satu jaringan.Sebuah jaringan lokal yang tidak menggunakan DHCP harus memberikan alamat IP kepada semua komputer secara manual. Jika DHCP dipasang di jaringan lokal, maka semua komputer yang tersambung di jaringan akan mendapatkan alamat IP secara otomatis dari server DHCP. Selain alamat IP, banyak parameter jaringan yang dapat diberikan oleh DHCP, seperti default gateway dan DNS server.

DHCP didefinisikan dalam RFC 2131 dan RFC 2132 yang dipublikasikan oleh Internet Engineering Task Force. DHCP merupakan ekstensi dari protokol Bootstrap Protocol (BOOTP).

DHCP server merupakan sebuah mesin yang menjalankan layanan yang dapat "menyewakan" alamat IP dan informasi TCP/IP lainnya kepada semua klien yang memintanya. Beberapa sistem operasi jaringan seperti Windows NT Server, Windows 2000 Server, Windows Server 2003, mikrotik atau GNU/Linux memiliki layanan seperti ini.

DHCP client merupakan mesin klien yang menjalankan perangkat lunak klien DHCP yang memungkinkan mereka untuk dapat berkomunikasi dengan DHCP Server. Sebagian besar sistem operasi klien jaringan (Windows NT Workstation, Windows 2000 Professional, Windows XP, Windows Vista, atau GNU/Linux) memiliki perangkat lunak seperti ini.


DHCP server umumnya memiliki sekumpulan alamat yang diizinkan untuk didistribusikan kepada klien, yang disebut sebagai DHCP Pool. Setiap klien kemudian akan menyewa alamat IP dari DHCP Pool ini untuk waktu yang ditentukan oleh DHCP, biasanya hingga beberapa hari. Manakala waktu penyewaan alamat IP tersebut habis masanya, klien akan meminta kepada server untuk memberikan alamat IP yang baru atau memperpanjangnya.

DHCP Client akan mencoba untuk mendapatkan "penyewaan" alamat IP dari sebuah DHCP server dalam proses empat langkah berikut:


DHCPDISCOVER: DHCP client akan menyebarkan request secara broadcast untuk mencari DHCP Server yang aktif.

DHCPOFFER: Setelah DHCP Server mendengar broadcast dari DHCP Client, DHCP server kemudian menawarkan sebuah alamat kepada DHCP client.

DHCPREQUEST: Client meminta DCHP server untuk menyewakan alamat IP dari salah satu alamat yang tersedia dalam DHCP Pool pada DHCP Server yang bersangkutan.

DHCPACK: DHCP server akan merespons permintaan dari klien dengan mengirimkan paket acknowledgment. Kemudian, DHCP Server akan menetapkan sebuah alamat (dan konfigurasi TCP/IP lainnya) kepada klien, dan memperbarui basis data database miliknya. Klien selanjutnya akan memulai proses binding dengan tumpukan protokol TCP/IP dan karena telah memiliki alamat IP, klien pun dapat memulai komunikasi jaringan.

Empat tahap di atas hanya berlaku bagi klien yang belum memiliki alamat. Untuk klien yang sebelumnya pernah meminta alamat kepada DHCP server yang sama, hanya tahap 3 dan tahap 4 yang dilakukan, yakni tahap pembaruan alamat (address renewal), yang jelas lebih cepat prosesnya.
Berbeda dengan sistem DNS yang terdistribusi, DHCP bersifat stand-alone, sehingga jika dalam sebuah jaringan terdapat beberapa DHCP server, basis data alamat IP dalam sebuah DHCP Server tidak akan direplikasi ke DHCP server lainnya. Hal ini dapat menjadi masalah jika konfigurasi antara dua DHCP server tersebut berbenturan, karena protokol IP tidak mengizinkan dua host memiliki alamat yang sama.
Selain dapat menyediakan alamat dinamis kepada klien, DHCP Server juga dapat menetapkan sebuah alamat statik kepada klien, sehingga alamat klien akan tetap dari waktu ke waktu.

DHCP Scope adalah alamat-alamat IP yang dapat disewakan kepada DHCP client. Ini juga dapat dikonfigurasikan oleh seorang administrator dengan menggunakan peralatan konfigurasi DHCP server. Biasanya, sebuah alamat IP disewakan dalam jangka waktu tertentu, yang disebut sebagai DHCP Lease, yang umumnya bernilai tiga hari. Informasi mengenai DHCP Scope dan alamat IP yang telah disewakan kemudian disimpan di dalam basis data DHCP dalam DHCP server. Nilai alamat-alamat IP yang dapat disewakan harus diambil dari DHCP Pool yang tersedia yang dialokasikan dalam jaringan. Kesalahan yang sering terjadi dalam konfigurasi DHCP Server adalah kesalahan dalam konfigurasi DHCP Scope.


DHCP Lease adalah batas waktu penyewaan alamat IP yang diberikan kepada DHCP client oleh DHCP Server. Umumnya, hal ini dapat dikonfigurasikan sedemikian rupa oleh seorang administrator dengan menggunakan beberapa peralatan konfigurasi (dalam Windows NT Server dapat menggunakan DHCP Manager atau dalam Windows 2000 ke atas dapat menggunakan Microsoft Management Console [MMC]). DHCP Lease juga sering disebut sebagai Reservation.


DHCP Options adalah tambahan pengaturan alamat IP yang diberikan oleh DHCP ke DHCP client. Ketika sebuah klien meminta alamat IP kepada server, server akan memberikan paling tidak sebuah alamat IP dan alamat subnet jaringan. DHCP server juga dapat dikonfigurasikan sedemikian rupa agar memberikan tambahan informasi kepada klien, yang tentunya dapat dilakukan oleh seorang administrator. DHCP Options ini dapat diaplikasikan kepada semua klien, DHCP Scope tertentu, atau kepada sebuah host tertentu dalam jaringan.

Kita akan membuat sebuah DHCP-Server dengan menggunakan mikrotik step by step sebagai brikut :


Buat jarak(range) ip dhcp di ip pool
[admin@mikrotik] ip pool
[admin@mikrotik] ip pool> add ranges=192.168.1.10-192.168.1.50 name=dhcprange

Set dhcp-servernya di ip dhcp-server
[admin@mikrotik] ip pool>/ip dhcp-server
[admin@mikrotik] dhcp-server> add range address-pool=dhcprange interface=local name=dhcp1

Seting gateway client di ip dhcp-server network
[admin@mikrotik] dhcp-server> enable dhcp1
[admin@mikrotik] dhcp-server> network
[admin@mikrotik] dhcp-server network> add address=192.168.1.0/24 netmask 255.255.255.0 gateway=192.168.1.254 dns-server=203.190.112.1

Silahkan coba computer client anda, pasti jalan...